Pernahkah terpikir
sedikit saja
Bagaimana bisa
dengan mudahnya kau tersenyum padaku?
Bagaimana dengan
cepatnya
Kau buat aku
melambung tinggi melihat senyum itu?
Tidakkah kau sadari
Hatiku porak
poranda
Saat aku tiba,
Dan kau ada
menyambutku di sana dengan binar di matamu?
Entah binar apa itu
Mungkinkah binar...
cinta?
Mungkin aku gila
Memang aku gila
Mungkin aku akan
terus menjadi si pemimpi
Ya, aku memang si
pemimpi
Karena melihatmu
Karena merasakan
getaran tak wajar di sisimu
Karena dengan
bodohnya memilih terus begini
Salahkah bila aku
lebih dari sekedar menghormati?
-talitha quratu
aini-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar