Aku
nggak akan membiarkan diriku tertarik atau bahkan sampai jatuh cinta pada sosok
yang tak bisa aku miliki. Jangankan untuk memiliki, hanya membawanya dalam
mimpi saja rasanya sulit. Namun nyatanya, satu hari aku bertemu dengan
seseorang yang bahkan kemudian membuatku sulit tidur, membuatku merasakan
getaran-getaran tak wajar yang akhirnya membuatku gelisah setiap malam setelah
detik pertemuan itu.
Hingga
kemudian, hatiku dengan lugu berdoa supaya Tuhan merestui, mengijinkan kamu
untuk hadir dan mengisi hari-hariku yang tak pernah istimewa. Aku terus
berharap agar kamu benar-benar nyata dalam hidupku. Tanpa pernah aku sangka,
Tuhan mendengarkan doaku. Tuhan menghadirkanmu dalam hari-hariku. Bukan kamu
dalam sosok dewasa penuh pesona, namun sebagai malaikat tanpa sayap yang
mengubah hidupku selamanya.
Seharusnya,
aku tak langsung mengikuti kemana langkahmu pergi. Mengekori setiap gerakmu
yang sederhana ibarat leukosit yang bermigrasi menuju pusat luka. Harusnya aku
diam di tempat, cukup melihatmu saja ketika kamu berdiri di hadapanku. Tak perlu
mencari jika kamu tak ada. Tapi kenyataannya ketika aku tak melihatmu, hatiku
merasakan rindu yang begitu menyesakkan. Memaksaku untuk menggumamkan doa dan
namamu dalam setiap sujud. Karena kata orang, doa adalah pengganti jumpa yang
terbaik.
Lantas
begitu saja, dan keesokan harinya kita kembali berjumpa. Mungkin tak seberapa
namun begitu cukup bagi hatiku teraliri dengan air pegunungan bergalon-galon.
Seajaib itukah? Iya. Karena cinta memang membawa keajaiban yang tak terhitung
nilainya.
Hari-hari
yang kulalui tak pernah seindah ini sejak kamu hadir dan membawa pengaruh yang
begitu besar di dalamnya. Aku tak pernah jenuh menapaki tahap kedewasaanku
setiap detiknya karena aku tahu, kamu ada untuk membantuku. Memang tak selalu
berdiri di sisiku, namun aku yakin kamu ada.
Hingga
akhirnya aku menempatkan kamu begitu istimewa. Tepat setelah dua laki-laki paling
berarti dalam hidupku. Ayah dan Kakak. Ya, kamu menempati posisi terhormat
dalam hidupku tanpa syarat atau alasan apapun.
Aku
tak tahu apakah ini berarti banyak untukmu atau tidak, karena bahkan detik ini
saja aku tak tahu bagaimana keadaanmu. Jangankan untuk melihatmu, bertemu via
suara atau pesan teks saja sulit bagi kita. entah kamu yang mulai melepaskan
aku atau aku yang telah lelah mengingatmu. Namun sepertinya alam tak akan
membiarkanku lepas darimu karena setiap orang yang aku temui di kehidupan
baruku terang-terangan mengingatkanku padamu. Takdir memang indah.