Minggu, 16 Februari 2014

SI Lugu dan Sosok Dewasa


Semua orang heran
Semua orang bertanya
Ada apa dengan si lugu?
Akhir-akhir ini lebih banyak diam
Tidak bermain
Seperti anak gadis lainnya

Aku yang mereka juluki si lugu
Hanya bisa tersenyum mendengar tanya itu
Pipiku memerah melihat kerutan di wajah mereka
Kukatakan, “aku baik-baik saja”
Aku biarkan rasa ini terkubur dalam
Biar saja tak ada yang tahu
Karena aku terlalu malu
Untuk mengakui
Aku terlalu takut
Untuk mengatakan

Ah
Kejadiannya sebulan lalu
Ketika aku menunggu
Aku bertemu seseorang
Sosok dewasa
Yang senyumnya tiba-tiba melambungkan perasaan
Tatapannya menghadirkan getaran tak wajar

Aku tak tahu bagaimana ini dengan mudahnya terjadi
Bagaimana dengan mudahnya
Kau menjadi bagian penting dalam ceritaku

Lalu
Bagaimana bisa kukatakan
Aku jatuh cinta pada sosok dewasa
Yang harusnya kuhormati di kelas?
Bagaimana bisa kuceritakan
Aku merasakan getaran tak wajar
Setiap sosok dewasa itu datang
Setengah berlari karena hampir terlambat
Kemudian begitu kau mendorong pintu
Kau tersenyum begitu ramah?

Takkan mungkin
Aku si lugu
Dan kau
Sosok dewasa penuh pesona
Oh Tuhan

Mungkin aku hanya bisa katakan dengan satu bait
Atau dua bait
Dan kuharap kau membacanya
Kuharap kau tahu
Aku, si lugu memang jatuh padamu, sosok dewasa penuh pesona

-talitha quratu aini-
 Didedikasikan untuk kamu, sosok dewasa penuh pesona


Terimakasih karena menjadi bagian penting buatku. Aku nggak tau gimana jadinya kalau sore itu aku pulang tanpa bertemu denganmu. Mungkin benar, ini bukan kebetulan apalagi rekayasa genetika. Tapi ini takdir.


Ketika Semua Adalah Kau



Aku tidak akan membuka hati
Aku tidak ingin kembali berdua
Sudah cukup cinta menjadi sakit
Sudah cukup tawa menjadi tangis
Aku jera
Ini kataku dulu
Yang kupegang teguh

Tapi satu hari
Kau datang tiba-tiba
Mengejutkan jantung
Memaksa aliran darah bekerja ekstra
Membekukan pandanganku
Padamu

Sebentar saja semua keteguhanku ambruk
Seperti rumah kayu yang diterpa hujan badai
Begitu dahsyat hingga aku tak sanggup menghindar
Kau dengan mudahnya merubah haluanku
Kau dengan cepatnya merubah cerita

Hanya dengan satu tatap, aku jatuh
Hanya dengan satu senyum, aku luluh
Pada pertemuan pertama
Kau dan aku
Untuk satu detik 
Tapi luar biasa

Tuhan memang adil
Ini bukan kebetulan
Bukan rekayasa genetika
Ini takdir
Bagaimana Tuhan pertemukan aku dan kau

Karna ketika semua menjadi kau
Ketika semua adalah kau
Aku tau
Kau adalah jawaban
Aku cinta.

-talitha quratu aini-
Didedikasikan untuk kamu, sosok dewasa penuh pesona.

Sabtu, 15 Februari 2014

Ketika Kau Menyapa




Di sudut hari, kau temukan aku
Duduk sendiri, menunggu
Di sana cerita berawal

Bagaimana ketika hari hari kemudian
Jantungku berdegup ribuan kali lipat
Setiap aku bertemu denganmu
Setiap mataku bertatapan dengan matamu
Apalagi ketika kau tersenyum 

Mungkin ini takdir Tuhan
Bagaimana mempertemukan seorang upik abu
Dengan seorang pangeran berkuda putih
Ternyata upik abu pantas bahagia
Hanya perlu bersabar
Dunia tidak sekejam itu
Begitu juga aku

Ketika kau menyapa
Dunia berhenti berputar
Untuk menyadarkanku
Terimakasih
Senyum dan kamu
Kini menjadi hidupku
Meski untuk satu detik saja
Tapi kuharap selamanya

Biar Saja


Seribu ragu datang
Seribu tanya memaksa terjawab
Biar saja
Aku tak perlu hadapi
Seribu kata mengudara
Seribu tanya menyerang
Memaksaku berpaling
Biar saja
Aku tak peduli
Mungkin ini gila
Ya memang gila
Biar saja
Aku tak ingin tahu
Mereka bilang
Dia terlalu dewasa
Biar saja
Aku tak ingin berlari
Aku tak akan berpaling
Aku hanya ingin berdiri untuk satu titik
Dia
Cinta memang omong kosong
Tapi ketika cinta itu dia
Mereka harus tahu
Cinta hadir karena Tuhan yang memberi
Bukan rekayasa genetika
Bukan mimpi
Atau perusak sistem kerja otak kiri
Cinta ini nyata
Biar saja
Aku cinta
Bukan karena siapa
Tidak karena apa
Aku cinta
Karena anugerah Tuhan
Aku cinta
Karena cinta itu
Dia
Sosok dewasa penuh pesona
Biar saja
-talitha quratu aini-