Minggu, 16 Februari 2014

Ketika Semua Adalah Kau



Aku tidak akan membuka hati
Aku tidak ingin kembali berdua
Sudah cukup cinta menjadi sakit
Sudah cukup tawa menjadi tangis
Aku jera
Ini kataku dulu
Yang kupegang teguh

Tapi satu hari
Kau datang tiba-tiba
Mengejutkan jantung
Memaksa aliran darah bekerja ekstra
Membekukan pandanganku
Padamu

Sebentar saja semua keteguhanku ambruk
Seperti rumah kayu yang diterpa hujan badai
Begitu dahsyat hingga aku tak sanggup menghindar
Kau dengan mudahnya merubah haluanku
Kau dengan cepatnya merubah cerita

Hanya dengan satu tatap, aku jatuh
Hanya dengan satu senyum, aku luluh
Pada pertemuan pertama
Kau dan aku
Untuk satu detik 
Tapi luar biasa

Tuhan memang adil
Ini bukan kebetulan
Bukan rekayasa genetika
Ini takdir
Bagaimana Tuhan pertemukan aku dan kau

Karna ketika semua menjadi kau
Ketika semua adalah kau
Aku tau
Kau adalah jawaban
Aku cinta.

-talitha quratu aini-
Didedikasikan untuk kamu, sosok dewasa penuh pesona.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar