Lama tak kusapa dirimu, sosok paling berarti dalam hari-hari sejak bulan pertama di tahun ini. Lama tak kudengar desah tawa yang dulu selalu menghiasi hari. Jangan kau tanyakan bagaimana rasanya di sini, karena aku sendiri tidak mengerti bagaimana lagi keadaan hatiku karena tergerus jutaan rasa setiap harinya karenamu.
Sempat terpikir untuk melepaskan segala kenangan, tapi rupanya kamu terus berdoa agar aku tetap di sisimu ya? Bagaimana mungkin, bahkan ketika aku tidak sedang memikirkanmu, kau terbawa dalam alam bawah sadar. Sungguh aneh, tapi nyata. Bagaimana bisa setiap teman yang kutemui di sana mengingatkanku padamu. Seolah olah kamu bersekongkol dengan mereka agar memperingatkan aku selalu padamu.
Memang, tak satupun dari mereka bisa menggantikan posisimu. Sesenti pun tidak.
Meskipun kita sudah tak lagi bicara baik lewat pesan singkat atau tukar suara, aku masih bisa merasakan getaran yang kamu kirimkan lewat isyarat, begitu pun aku harap doa yang kubisikkan dalam hati tersampaikan untukmu. Aku masih terus berharap kamu menunggu. Paling tidak, di sini aku masih menunggu sepenggal janji yang kutinggalkan dalam genggamanmu di kota kelahiranku.
Meskipun aku tak tahu lagi bagaimana keadaanmu di sana, kuharap kamu selalu berada dalam lindungan-Nya. AKu harap Tuhan selalu memberikan restu untuk kau dan aku dalam setiap rencana yang kita inginkan. seperti yang pernah aku katakan sebelumnya, apapun rencanamu, aku selalu ada dalam doa untukmu. Kau lebih dari cukup untuk tau yang terbaik untukmu. Aku berharap semoga Tuhan mengizinkan aku dan kau melewati segala sesuatu, suka atau duka bersama dengan keluarga yang kita cintai. Mungkin aku di sini hanya sendiri tanpa kedua orangtuaku, tapi aku tahu, seperti yang kau bilang dulu, jarak menjadi penentu janjiku untuk berhasil di sini. Sedang kau yang di sana, kuharap terus berjuang untuk masa depan yang kamu inginkan.
Aku masih ingin berharap agar Tuhan merestui aku dan kamu dalam lembaran sama. Aku percaya, jika memang kau dan aku satu, kita akan dipertemukan lagi pada saatnya.
Dengan jutaan rasa, aku katakan padamu, semoga kau selalu berada dalam lindungan Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar