Selasa, 17 Juni 2014

selasa, 17 Juni 2014


Assalamualaikum, readers. 
Annyeong Haseyo :D

Sekedar me-refresh-kan pikiran setelah lelah berperang hari ini. Sekedar mengisi blog yang sudah sering terisi. Entah kisah nyata atau rekayasa. Hanya saja kupikir, tak perlu orang banyak mengerti tentang apa yang aku tuliskan, karena semua tulisan ini kudedikasikan untuk kamu, bukan mereka. Cerita anehku milik kamu. Bukan mereka.


Terkadang membicarakan suatu hal yang belum terjadi memang aneh. Kenapa kita harus merasa takut ketika kita saja belum melakukannya. Kenapa kita harus merasa bimbang ketika hal itu belum terjadi. Seringnya kita menggalaukan besok, tanpa mengingat anugerah yang Tuhan kasih ke kita hari ini atau bahkan kemarin. Kita mengeluh bagaimana jalannya hidup kita besok, tapi kita tidak berusaha untuk memutar ulang kejadian hari ini atau kemarin dan bersyukur. Besok adalah kejutan yang akan Tuhan berikan untuk kita. Tidak peduli itu anugerah atau ujian. Toh keduanya sama sama akan membawa kebaikan untuk kita.

Terkadang kita merasa hidup tidak adil, terlalu kejam dan tidak membiarkan kita mengecap bahagia. Ya, itu kita katakan ketika kita ditinggalkan, dicampakkan dan ditipu habis-habisan oleh dunia. Kita seperti orang paling malang. Bagaimana bisa seseorang yang hidupnya selalu berfoya-foya, bermain-main, justru dengan mudah mendapatkan segalanya. Tapi kita, yang sudah susah payah, belajar, bekerja keras, justru mendapatkan ujian bertubi-tubi. Lantas di mana letak kesalahannya?

Mungkin Tuhan memang ingin menguji kita. Ingin membuat kita lebih dewasa, berpikir lebih panjang sebelum memutuskan sesuatu. Kenapa kita harus merasa ditinggalkan sedangkan Tuhan tak pernah meninggalkan kita? Hanya kita saja yang memungkiri, menjauh, bahkan tidak percaya.

Bicara masalah cinta... terkadang begitu banyak kisah aneh yang kita temukan di luar sana. Ada saja mereka yang tak bisa bertahan dengan satu cinta saja. Mereka akan melalangbuana, mencari lagi pelengkap, pelipur rasa bosan ketika dengan satu cinta tak cukup. Namun, ada juga mereka yang masih terbelenggu kesendirian, enggan membuka pintu hati karena lelah terus disakiti. Terjerat oleh kisah masa lalu yang mengikis kepercayaan akan cinta. Mereka, yang hanya melihat cinta dari sisi negatif. Mereka yang takut memulai karena tak sanggup mengakhiri.

Namun, ada juga mereka yang terikat tanpa cinta. Hanya terikat saja karena keharusan, atau perjodohan. Mereka yang terpaksa menjalani sebuah cerita hanya untuk status saja. Ada yang memilih diam, memendam rasa sakit karena keterpaksaan. Ada pula yang justru bahagia di kemudian hari. Tergantung dari bagaimana menyikapi ikatan tanpa cinta itu.

Ada pula mereka yang diam-diam memendam perasaan pada seseorang. Entah sampai kapan, mereka yang percaya Tuhan-lah yang Maha Kuasa. Tuhan telah merencanakan sesuatu. Mereka yang dengan tulus menyimpan rasa, menyayangi yang terkasih dalam diam, dengan senyum di ujung air mata. Tak jarang menangis di tengah senyuman. Turut bahagia ketika yang terkasih tertawa. Tidak peduli apa alasan tawa itu. Mereka percaya, cinta adalah berusaha hadir ketika dibutuhkan tanpa mengharap balasan. Memberi, tak pernah meminta.

Tidak semua orang memahami dan tidak semua orang menjalani. Namun di antara mereka atau kita yang mengalami, kita patutnya selalu bersyukur karena Tuhan anugerahkan perasaan dalam hati kita untuk sesama. Bagaimanalah jadinya jika kita tidak merasakan cinta? Mungkin dunia akan gelap dan dingin. Hanya langkah sepi dan terseret tanpa arah dan semangat.

Bicara masalah pekerjaan... Mungkin semua orang inginnya menjalani sesuatu yang menjadi hobi atau kesukaan mereka. Alangkah bahagianya bekerja dengan dasar yang sangat kita cintai. Hobi memasak, menjadi koki. Hobi menggambar menjadi pelukis. Hobi menyanyi menjadi musisi. Alangkah indahnya. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa. Hanya sedikit dari kita, mereka, yang mendapatkan anugerah itu.

Seringnya kita mengeluh, bertanya, kenapa kita harus ditempatkan, harus masuk dalam lingkup pekerjaan yang bahkan tidak kita sukai? Namun kita tak bisa menawar ya? Bukankah rezeki adalah Tuhan yang mengaturnya? Kita hanya tinggal menjalaninya dengan ikhlas dan terus berdoa supaya diberi kekuatan dan kesabaran.

Ketika kita merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang kita miliki, harusnya kita merenung kembali. Bagaimana jika kita sama sekali tidak memiliki pekerjaan? Hanya duduk melamun saja di rumah, lantas tak melakukan apa-apa. Bukankah di luar sana begitu banyak mereka yang mengemis pekerjaan, padahal mereka memiliki gelar yang luar biasa? Bisa jadi apa yang tidak kita sukai atau cintai membawa kebaikan yang begitu besar untuk kita. Pada awalnya kita akan banyak mengeluh, namun di tengah cerita, kita akan tahu. Tuhan punya rencana di balik semuanya. Mungkin mempertemukan kita dengan sosok-sosok tak terduga yang mewarnai hari kita?  




Dari beberapa paragraf di atas, saya pun masih harus belajar banyak. Saya juga belum begitu paham dengan dunia. Namun, saya ingin memberi semangat pada kalian, pada kamu khususnya. Bersyukur, terus bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan adalah hal paling penting yang harus selalu kita ingat. Tuhan Maha Adil, Maha Mendengar. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik. Maka apa yang kita ingkari lagi atas nikmat dan anugerah-Nya. Karena ketika semua karena Tuhan, takkan ada kisah hidup yang salah.  

Wassalamualaikum.
Kamsahamnida :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar