Assalamualaikum, readers.
Annyeong Haseyo :D
Sekedar
me-refresh-kan pikiran setelah lelah
berperang hari ini. Sekedar mengisi blog yang sudah sering terisi. Entah kisah
nyata atau rekayasa. Hanya saja kupikir, tak perlu orang banyak mengerti tentang
apa yang aku tuliskan, karena semua tulisan ini kudedikasikan untuk kamu, bukan
mereka. Cerita anehku milik kamu. Bukan mereka.
Terkadang
membicarakan suatu hal yang belum terjadi memang aneh. Kenapa kita harus merasa
takut ketika kita saja belum melakukannya. Kenapa kita harus merasa bimbang
ketika hal itu belum terjadi. Seringnya kita menggalaukan besok, tanpa
mengingat anugerah yang Tuhan kasih ke kita hari ini atau bahkan kemarin. Kita mengeluh
bagaimana jalannya hidup kita besok, tapi kita tidak berusaha untuk memutar
ulang kejadian hari ini atau kemarin dan bersyukur. Besok adalah kejutan yang
akan Tuhan berikan untuk kita. Tidak peduli itu anugerah atau ujian. Toh keduanya
sama sama akan membawa kebaikan untuk kita.
Terkadang
kita merasa hidup tidak adil, terlalu kejam dan tidak membiarkan kita mengecap
bahagia. Ya, itu kita katakan ketika kita ditinggalkan, dicampakkan dan ditipu
habis-habisan oleh dunia. Kita seperti orang paling malang. Bagaimana bisa
seseorang yang hidupnya selalu berfoya-foya, bermain-main, justru dengan mudah
mendapatkan segalanya. Tapi kita, yang sudah susah payah, belajar, bekerja
keras, justru mendapatkan ujian bertubi-tubi. Lantas di mana letak
kesalahannya?
Mungkin
Tuhan memang ingin menguji kita. Ingin membuat kita lebih dewasa, berpikir
lebih panjang sebelum memutuskan sesuatu. Kenapa kita harus merasa ditinggalkan
sedangkan Tuhan tak pernah meninggalkan kita? Hanya kita saja yang memungkiri,
menjauh, bahkan tidak percaya.
Bicara
masalah cinta... terkadang begitu banyak kisah aneh yang kita temukan di luar
sana. Ada saja mereka yang tak bisa bertahan dengan satu cinta saja. Mereka akan
melalangbuana, mencari lagi pelengkap, pelipur rasa bosan ketika dengan satu
cinta tak cukup. Namun, ada juga mereka yang masih terbelenggu kesendirian,
enggan membuka pintu hati karena lelah terus disakiti. Terjerat oleh kisah masa
lalu yang mengikis kepercayaan akan cinta. Mereka, yang hanya melihat cinta
dari sisi negatif. Mereka yang takut memulai karena tak sanggup mengakhiri.
Namun,
ada juga mereka yang terikat tanpa cinta. Hanya terikat saja karena keharusan,
atau perjodohan. Mereka yang terpaksa menjalani sebuah cerita hanya untuk
status saja. Ada yang memilih diam, memendam rasa sakit karena keterpaksaan.
Ada pula yang justru bahagia di kemudian hari. Tergantung dari bagaimana
menyikapi ikatan tanpa cinta itu.
Ada
pula mereka yang diam-diam memendam perasaan pada seseorang. Entah sampai
kapan, mereka yang percaya Tuhan-lah yang Maha Kuasa. Tuhan telah merencanakan
sesuatu. Mereka yang dengan tulus menyimpan rasa, menyayangi yang terkasih
dalam diam, dengan senyum di ujung air mata. Tak jarang menangis di tengah
senyuman. Turut bahagia ketika yang terkasih tertawa. Tidak peduli apa alasan
tawa itu. Mereka percaya, cinta adalah berusaha hadir ketika dibutuhkan tanpa
mengharap balasan. Memberi, tak pernah meminta.
Tidak
semua orang memahami dan tidak semua orang menjalani. Namun di antara mereka
atau kita yang mengalami, kita patutnya selalu bersyukur karena Tuhan
anugerahkan perasaan dalam hati kita untuk sesama. Bagaimanalah jadinya jika
kita tidak merasakan cinta? Mungkin dunia akan gelap dan dingin. Hanya langkah
sepi dan terseret tanpa arah dan semangat.
Bicara
masalah pekerjaan... Mungkin semua orang inginnya menjalani sesuatu yang
menjadi hobi atau kesukaan mereka. Alangkah bahagianya bekerja dengan dasar
yang sangat kita cintai. Hobi memasak, menjadi koki. Hobi menggambar menjadi
pelukis. Hobi menyanyi menjadi musisi. Alangkah indahnya. Namun kenyataannya,
tidak semua orang bisa. Hanya sedikit dari kita, mereka, yang mendapatkan
anugerah itu.
Seringnya
kita mengeluh, bertanya, kenapa kita harus ditempatkan, harus masuk dalam
lingkup pekerjaan yang bahkan tidak kita sukai? Namun kita tak bisa menawar ya?
Bukankah rezeki adalah Tuhan yang mengaturnya? Kita hanya tinggal menjalaninya
dengan ikhlas dan terus berdoa supaya diberi kekuatan dan kesabaran.
Ketika
kita merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang kita miliki, harusnya kita
merenung kembali. Bagaimana jika kita sama sekali tidak memiliki pekerjaan? Hanya
duduk melamun saja di rumah, lantas tak melakukan apa-apa. Bukankah di luar
sana begitu banyak mereka yang mengemis pekerjaan, padahal mereka memiliki
gelar yang luar biasa? Bisa jadi apa yang tidak kita sukai atau cintai membawa
kebaikan yang begitu besar untuk kita. Pada awalnya kita akan banyak mengeluh,
namun di tengah cerita, kita akan tahu. Tuhan punya rencana di balik semuanya. Mungkin
mempertemukan kita dengan sosok-sosok tak terduga yang mewarnai hari kita?
Dari
beberapa paragraf di atas, saya pun masih harus belajar banyak. Saya juga belum
begitu paham dengan dunia. Namun, saya ingin memberi semangat pada kalian, pada
kamu khususnya. Bersyukur, terus bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan
adalah hal paling penting yang harus selalu kita ingat. Tuhan Maha Adil, Maha
Mendengar. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik. Maka apa yang kita ingkari
lagi atas nikmat dan anugerah-Nya. Karena ketika semua karena Tuhan, takkan ada
kisah hidup yang salah.
Wassalamualaikum.
Kamsahamnida :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar