Senin, 18 Agustus 2014

Detik Menyesakkan


Hari itu benar-benar datang
Ketika aku berdiri di pelataran bandara
Diiringi awan mendung yang bergelayut rendah
Semakin memberatkan langkah
Sungguh
Detik-detik akan segera membawaku pergi
Sekejap memisahkan perasaan
Aku berdiri menatap kaca besar itu
Berharap melihatmu untuk terakhir kali
Yang jelas tak mungkin
Sementara otak kiri menunggu detik keberangkatan
Otak kanan sibuk memutar ulang segala kenangan
Hatiku semakin tergerus jutaan rasa
Maka mau tak mau
Air mata berperan
Seenaknya jatuh ketika bayanganmu merasukiku
Ini membuat mereka bertanya
“Ada apa denganmu?”
Lantas apa yang aku katakan?
Apa aku harus mengakui aku takut meninggalkan ini semua?
Namun aku hanya menggeleng lemah
Aku berusaha tidak mengikuti ego
Menyesakkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar