Aku bertemu dengan seseorang. Aku tak tahu kenapa, tapi dia mengirimkan getaran aneh dalam diriku. Aku tidak tahu jika ternyata kutub yang aku dan dia miliki berlawanan, sehingga dengan mudah aku terperangkap pasrah dalam jaring yang ia pasang.
Jika saja aku tahu dia akan membuatku begini dalam satu hari, aku rela berlari menjauh sebelum terlambat. Aku rela pontang-panting seperti orang gila asalkan dia tidak tersenyum lebar karena merasa berhasil menangkapku, membawaku masuk ke dalam dunianya yang berbeda denganku.
Namun nyatanya dugaanku salah. Kutubku dan dia memang berbeda. Tapi siapa sangka jika duniaku dan dia sama? Tercipta dengan sistem paralel. Seperti dua garis lurus yang berdampingan awalnya namun kemudian Tuhan membelokkan salah satu garis, hingga bertemu pada satu titik.
Ternyata, hal yang selama ini aku jadikan khayalan dan mimpi masa kecil, terasa nyata baginya. Bahkan ia ingin membuatku mewujudkannya. Dia percaya, aku mampu. Dia menghidupkan lagi mimpi, harapan dan cita-cita. Hal yang selama ini aku pendam sendiri justru ia paksa untuk aku umumkan pada dunia. Lantas apa yang bisa aku lakukan selain mengikuti arah jalannya?
Seseorang yang aku bahkan tak menyangka jika memiliki bakat terpendam yang sama dengan yang aku miliki. Seseorang yang aku tak percaya juga mencintai dunia yang aku tinggali. Dunia penuh deretan kata yang kurasa tak semua temanku melirik dunia itu.
Seseorang yang diam-diam ingin mengejar mimpi, melalangbuana ke negeri orang. Seseorang yang...tanpa pernah aku duga, selalu berdiri nyata di hadapanku sebelum aku pergi dari kota kelahiranku. Juga duduk di sampingku, melontarkan ribuan lelucon. Membuatku tertawa sepanjang sisa hari yang kumiliki.
Seseorang yang harusnya sebatas kuhormati justru aku biarkan menjelma menjadi seseorang paling berarti. Seseorang yang membuatku bersyukur karena dia telah terlahir lebih dulu dariku, dan takdir mempertemukan aku dan dia pada satu hari.
Seseorang yang selamanya takkan berani aku sebutkan namanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar