Senin, 18 Agustus 2014

Lagi-Lagi tanpa Jeda



Rindu terkadang menyesakkan
Mengekang, menjerat langkah kaki
Hingga aku terpaksa berhenti untuk banyak saat
Sekedar untuk menunggu
Berharap dia juga rasakan yang sama
Lantas aku ketagihan dengan deretan kalimat itu
Yang kuartikan dengan penuh percaya diri
Seraya tersenyum lebar
Mungkinkah dia?
Namun sentakan tiba-tiba mengejutkanku
Menyeretku kembali pada kenyataan
Bukan dunia khayal hasil rekaan hati yang bekerja sama dengan otak kanan
Berteriak di depan wajahku
“Kamu berkhayal sepanjang hari!”
Otak kiriku tertawa lebar
Lantas ikut meledekku
“Apa kubilang. Kau terlalu banyak membaca dongeng!”
Betapa semakin menyesakkan
Lagi-lagi harus kurasakan
Rindu yang membelenggu
Memudarkan warna biru langit senja
Menjadi kelabu
Mungkinkah kita ini satu
Tertulis indah dalam takdir Tuhan?
Atau selamanya cerita ini diawali namun tanpa akhir?
Ah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar