Beberapa
malam terakhir
Aku
sibuk berpikir
Mondar
mandir gelisah
Sekelebat
kata perpisahan menyerangku bertubi-tubi
Semakin
gencar setiap kita bertemu di siang hari
Selama
ini, aku belum pernah memikirkan
Bagaimana
nantinya ketika aku harus pergi
Melanjutkan
mimpi
Ke
kota seribu pelajar
Bisakah
aku mengucapkan selamat tinggal padamu?
Entahlah
Ini
bukan masalah perpisahan
Aku
hanya takut
Ketika
nanti aku kembali
Kamu
tak lagi menungguku di sana
Ketika
nanti aku mendorong pintu itu
Kamu
tak lagi menyapaku dan tersenyum
Kamu
tak punya lagi lelucon
Aku
takut
Bukan
aku lagi satu-satunya yang tertawa untuk setiap candamu
Bukan
aku lagi satu-satunya yang membuatmu gugup
Bukankah
ketika waktu berubah
Orang-orang
disekitarnya ikut berubah?
Lantas
bagaimana aku bisa meninggalkan semuanya?
Semakin
sulit karena kamu seenaknya saja menambahkan namamu
Kamu
seenaknya saja mengisi semua hari bahagiaku
Ah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar