Rabu, 06 Agustus 2014

Hari ini aku mulai mengerti apa yang kamu maksud sebagai tokoh baru dalam hariku di kota Gudeg. Kamu tahu? Bahkan sebelum aku beda di sana pun aku sudah mendapatkan banyak teman. Bukan. Tepatnya menemukan. Baru menemukan. Untuk mendapatkan yang seperti sahabatku di SMP tak semudah membalikkan roti bakar di teflon penggorengan. Kamu dan aku tahu pasti.


Ponselku berdenting ramai. Bersahutan karena mereka sibuk berceloteh dalam grup yang terbentuk sebagai grup mahasiswa baru. Terkadang bercanda tterkadang serius. Semuanya tampak bersemangat menyambut diri sendiri sebagai mahasiswa baru. Terdengar keren ya?

Keadaan ramai itu rupanya tak cukup meramaikan hatiku pula. Aku masih merasa kesepian. Entah kenapa. Walau aku memasang senyum dalam kata kata, itu hanya kamuflase yang sempurna. Entah hatiku belum mau beranjak atau apa.


Aku yakin kamu benar. Cepat atau lambat aku akan terbawa suasana dan kembaali ceria. Hanya saja aku belum merasa cukup familiar. Mungkin aku yg memang sejak dulu adalah si pendiam semakin tertular oleh sifat pendiammu. Yang tak pandai menarik perhatian secara terang terangan tapi menunggu mereka menghampiri. Hingga kita nampak seperti magnet.

Dengar.
Aku akan melewati gerbang itu dan resmi menjadi mahasiswa.
Lihatlah.
Aku bukan lagi seorang gadis SMA ingusan yang akan merepotkanmu dengan jutaan pertanyaan tentang bakteri, sistem pencernaan, atau kingdom animalia.
Aku beranjak menjadi gadis mahasiswa dewasa. Yang kuharap tak lagi merepotkanmu, tapi membantumu berpikir banyak hal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar